Lumbung Pangan Pulau Semau itu Namanya Padang MON
Oleh: Carlens H. Bising
KAMI tidak tidur semalam suntuk. Sampai langit memerah di ufuk Timur. Di tengah padang. Bawah rindang pohon kom. Samping gubuk tua.
Beberapa dari kami begitu aktif berdiskusi. Nasib pertanian lahan kering. Kering, karena sangat sedikit air. Kecuali saat musim hujan.
Itu peristiwa medio Juni 2016. Di Padang Mon, Desa Letbaun, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Sebagai jurnalis kala itu, saya mencoba berbagi ilmu. Sekadar menghibur. Mereka lagi galau dengan hasil pertaniannya. Tidak ada alat pertanian yang memadai. Apalagi pendampingan dari mereka yang lebih paham. Belum lagi urusan pasar.
Saya, sebisanya menjelaskan tentang pola tanam yang ekonomis. Semacam kalender musim. Atau siklus pasar yang bisa mereka terapkan. Misalnya, kalau musim bawang merah, jangan melulu tanam bawang. Musim semangka, jangan juga menanam semangka. Carilah celah untuk mengisi kekosongan pasar.
Apa yang didiskusikan tidak serta merta mengubah cara berpikir mereka. Lebih dari 60 petani menggarap lahan lebih dari 50 hektare itu.
Malahan, sebagian besar dari mereka hanya memanfaatkan musim hujan untuk menanam padi ladang. Setelah panen, lahan dibiarkan sambil menunggu musim tanam berikut.
Beberapa upaya sempat saya lakukan. Mencari bantuan penerangan. Bisa bekerja di malam hqri. Dapat. Dinas ESDM Provinsi NTT mebantu hampir 30 unit lampu SEHEN. Malam terang. Tetap tidak berubah. Lampu SEHEN dibawa ke rumah. Tahun 2018. Letbaun belum ada jaringan listrik. Baru pada 2019, listrik masuk Letbaun.
Kini, setelah tujuh tahun berlalu. Ada yang berubah. Lahan yang digarap tambah luas. Bahkan sudah sekira 70 hektare digarap. Jenis tanaman bervariasi. Masih dominan padi ladang. Jagung hanya beberapa are. Cabai juga. Tanaman umur panjang juga ada. Jambu, pisang, pinang, tebu, mangga, kelapa. Naga. Tumpang sari berlaku. Tentu dengan tawaran rasa yang khas daerah tropis. Ingatlah mangga udang semau.
Siklus tanam di musim hujan masih dengan pola yang sama. Penanaman padi dimulai akhir November sampai awal Januari. Sebagian besar lahan diolah dengan handtraktor dan cultivator. Rumput lebih dulu dibasmi dengan beberapa jenis obat cair. Sayang, pupuk jadi kendala. Yang dipakai adalah pupuk urea bersubsidi. Sementara pupuk tersebut baru didatangkan oleh distributor pada akhir Januari.
Selain berharap air hujan, mereka punya sumber air dari tiga embung. Pertama embung yang dibangun sekira tahun 2016. Dialirkan ke dalam lokasi sawah, namun karena jaringan irigasinya minimalis dan dikerjakan seadanya. Alhasil, hanya bisa menjamin dia atau tiga petani yang hendak bercocoktanam di musim panas.
Embung kedua berkapasitas 325.000 m⊃2;. Lokasinya hanya berjarak 50 meter dari embung pertama. Direncanakan menjadi sumber irigasi ke lahan yang sama. Selesai dibangun tahun 2019 dengan dana Rp 17 miliar. Sayang, saluran irigasinya belum dibangun. Kedua embung ini jaraknya antara 1.200 meter dan 1.300 meter dari lahan sawah.
Embung ketiga adalah embung mini yang dibangun Dinas Pertanian Pemkab.Kupang tahun 2021. Lokasinya di salah satu sudut lahan sawah. Biayanya lebih dari Rp 100 juta. Diberikan kepada salah satu kelompok tani penggarap sawah. Namun hingga saat ini pembangunan embung tersebut belum selesai. Terutama tanggul embung tidak dikerjakan sama sekali. Bahan bangunan seperti batu karang dan pasir hanya ditumpuk di sekitar lokasi embung.
Meski dengan berbagai persoalan yang dihadapi, para petani masih tetap menggantungkan harapan pada lahan tersebut. Rata-rata per petani bisa menghasilkan 60 kaleng gabah dalam sekali panen. Dengan hitungan 6 kg beras per kaleng, rata-rata per petani menghasilkan sekira 350 kg beras per sekali tanam.
Jika rerata kebutuhan beras per keluarga 2 kg per hari, para petani masih kekurangan setengah dari rata-rata beras yang dihasilkan. Padahal kalau dilihat dari luas lahan, jika diolah secara maksimal, bahkan bisa melebihi jumlah yang dibutuhkan per tahunnya. Lumbung pangan yang diimpikan pasti jadi nyata.(*)
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin