Duet Anton Natun dan Yos Lede di Kabupaten Kupang

20 Maret 2023
SATHO BUIFENA
Dibaca 906 Kali
Duet Anton Natun dan Yos Lede di Kabupaten Kupang

Oleh : Carlens Herison Bising

* Dari Musrenbangcam Kecamatan Semau 

OTAK saya selalu terganggu ketika mendengar singkatan Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan). Tapi. Kali ini berbeda. 

Jumat tanggal 24 Februari 2023 lalu, kami berkumpul di Kantor Camat Semau, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT. Mulai dari camat, sekretaris camat dan jajaran hingga para kepala desa, ketua-ketua BPD dan utusan masing-masing desa. Hadir Kepala Dinas PMD, Kepala Badan "KB" serta perwakilan OPD lainnya. Tidak luput juga dari BP4D. 

Tapi yang lebih menarik lagi, ada tiga Anggota DPRD Kab.Kupang. Mereka adalah Erens Leka (Nasdem), Anton Natun (Hanura) dan Yoseph Lede (Gerindra). Mereka wakil kami dari daerah pemilihan (Dapil 4), Kab.Kupang.

Ini Musrenbang tingkat kecamatan kedua yang saya ikuti. Musrenbang 2022, kami hanya diminta setor usulan prioritas. Misalnya, usulan bangun embung. Sebutkan usulan lalu direkap. Kemudian dibahas dalam Musrenbang. Itupun kalau cukup waktu untuk dibahas. 

Kali ini tidak sekadar usul. Harus dilengkapi foto menggunakan aplikasi GPS, proposal dan pelepasan hak atas lahan yang akan digunakan. Dan, harus input ke dalam aplikasi SIPD. 

Tidak rumit. Tapi sedikit kelabakan karena baru pakai cara begitu. Untuk Musrenbangcam. 

Kami punya pengalaman usulan dengan cara serupa, untuk program jalan tani. Dan terjawab. Melalui mekanisme yang sama ini. Ada tanda-tanda baik. Kami punya harapan. Meski harap-harap cemas. APBD Kab.Kupang terbatas. Kepentingan politik juga berhembus kencang. Yang membuat suasana kali ini berbeda, juga karena adanya tiga wakil rakyat dalam Musrenbang itu. Pak Erens Leka dengan ciri khas kalam. Anton Natun yang selalu terbuka dengan kondisi ABPD Kab.Kupang. Sementara Yos Lede to the point. Sulit kompromi kalau bicara soal hal yang mungkin dan bisa pemerintah buat. 

Kolaborasi Anton Natun dan Yos Lede membuat suasana musyawarah begitu cair. "Kalau usulan untuk pembangunan jalan, kami tidak bisa banyak bicara karena dana yang disiapkan sangat sedikit. Mungkin sekitar Rp 14 miliar saja untuk 2024 di Kab.Kupang," kata Anton Natun yang juga Ketua DPC Partai Hanura Kab.Kupang. 

Sementara Yos Lede tegas. Semua usulan dari delapan desa di Kecamatan Semau, minimal harus 30 persen diakomodir dalam daftar prioritas yang disusun oleh BP4D. 

"Saya tidak mau tahu, harus 30 persen. Dan saya akan kawal sampai di persidangan," singkat Yos Lede yang juga mantan Ketua DPRD Kab.Kupang itu. 

Keseriusan para dewan direspon baik oleh perwakilan BP4D. Semua usulan dan tanggapan para dewan dicatat. Lengkap. Bahkan usai rapat, para kepala desa dipanggil satu persatu untuk memberikan informasi tambahan. Jika ada usulan program sama antar desa, harus ada yang mengalah. Satu kecamatan satu usulan prioritas. Artinya, minimal ada delapan usulan prioritas dan tidak boleh ada usulan yang sama dari desa lain. 

Tidak cukup sampai di situ. Perwakilan BP4D hadir saat itu. Beberapa pekan kemudian, usulan yang disetujui para dewan tersebut masih terus dikonfirmasi untuk memastikan lokasi yang diusulkan nanti. 

"Kami cek lagi. Soalnya kalau sudah dipesan begitu, Pasti Pak Yos akan kejar kami terus," ini kalimat yang dilontarkan pihak BP4D. 

Perbedaan tata dan cara Musrenbang kali ini kemungkinan juga tidak terlepas dari urusan 2024 mendatang. Menjelang akhir masa jabatan, baik bupati dan wakil bupati, juga anggota DPRD. 

Berbagai isu mulai berhembus tentang siapa di mana dan apa yang disiapkan menyambut tahun politik terbesar Indonesia di 2024 mendatang. 

Yang di kabupaten, siap-siap melangkah ke DPRD provinsi. Ada juga yang ancang-ancang merebut kursi bupati atau wakil bupati. Masyarakat sedang menanti. Partai-partai politik mulai bergerilya. Para kandidat calon berhamburan. Single atau duet. Atau ada yang trio dan bisa juga keroyokan. 

Duet Anton Natun dan Yos Lede? Itu saat Musrenbangcam di Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang. Untuk duet di 2024, kita tunggu di Musrenbang berikut.(***)